Ledakan Kembang Api Dekat Kawasan Konservasi

PERBAWATI, TheSUKABUMI.com – Di Sukabumi, mengawali tahun 2018 lalu, Senin (1/1/2018) tengah malam lalu diwarnai ledakan kembang api di pinggiran Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Suara ledakan kembang api itu tepat di pinggiran kawasan konservasi yang berada di wilayah Kantor Resor Selabintana, kawasan wisata Pondok Halimun (PH), Desa Perbawati dan Desa Sudajayagirang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.

Seperti dilansir dari Kompas.com suara ledakan kembang api yang berlangsung hampir seperempat jam itu mengakibatkan terganggunya sejumlah wisatawan.

Bahkan akibat bisingnya itu juga dapat mengganggu berbagai jenis satwa liar yang mendiami salah satu taman nasional tertua di Indonesia tersebut.

Para wisatawan yang merasa terganggu akibat suara bising di tengah malam di pinggiran hutan itu sedang menggelar perkemahan dalam rangka mengisi liburan.

Silakan dilihat video di bawah ini :

“Kami tidak menyangka akan ada pesta kembang api dengan suara ledakan keras di sekitar lokasi kami berkemah. Karena ini kan kawasan konservasi yang harus dilindungi,” ungkap Teti Priatin di Resort Selabintana, Senin pagi.

Seorang guru di SMA Bani Saleh, Bekasi, yang mengaku sering berkemah di bumi perkemahan (Buper) TNGGP sejak 1996, menyesalkan disulutnya kembang api disertai suara ledakan mercon berkali-kali tersebut.

“Kami memilih tempat berkemah di sini bukan untuk merayakan pergantian tahun. Kami ke sini untuk tadabur alam bersama alumni-alumni siswa sekolahan,” ujarnya.

“Tadi malam, anak-anak kecil yang sudah tidur langsung pada terbangun, karena kaget,” sambung dia.

Hal senada juga diungkapkan Dede Nurdin salah seorang wisatawan lainnya yang juga berkemah bersama keluarganya.

Dia mengakui kaget dengan suara ledakan kembang api yang berasal dari luar kawasan TNGGP Resor Selabintana.

“Kami berkemah di sini ingin menikmati suasana alam yang masih alami, dengan keheningan malamnya,” ungkap warga Sukabumi.

Dia berharap ke depannya peristiwa yang dialami bersama keluarga besarnya dan para wisatawan yang sama-sama ingin menikmati suasana alami tidak terulang pada kemudian hari.

“Kami berharap tidak terulang kembali. Dan kawasan konservasi ini harus dijaga dan dilestarikan,” harapnya.

Mencari solusi

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Sukabumi – Balai Besar TNGGP, Syahrial Anuar mengatakan wisatawan yang akan masuk ke dalam kawasan TNGGP ada peraturan yang harus dipatuhi, termasuk yang berkemah.

“Suara ledakan kembang api itu berlangsung di luar kawasan. Karena di dalam kawasan TNGGP tidak diperbolehkan dan tidak ada pengunjung yang menyulut kembang api,” kata Syahrial di Resort Selabinatana.

Menurut Syahrial pihaknya tidak bisa mencampuri pengelolaan bumi perkemahan yang lain. Namun dia akan berusaha mengumpulkan para pengelola untuk perbaikan ke depannya dan mencari solusi.

“Mudah-mudahan ke depan mempunyai kesepakatan dengan teman-teman pengelola di sekitar TNGGP dan menyediakan tempat khusus yang akan bermain kembang api,” ujar dia.

Syahrial menjelaskan terkait dampak terhadap satwa liar akibat ledakan mercon dan kembang api itu tentu ada, namun tidak terlalu mengganggu dan tidak sampai melukai satwa-satwa liar yang ada di sekitar lokasi seperti burung dan primata.

“Satwa juga sama kalau sedang tidur mendengar suara ledakan akan kaget dan langsung menghindar dan kabur, namun tidak melukai,” jelasnya.

Kawasan konservasi TNGGP Resort Selabintana berlokasi di obyek wisata Pondok Halimun. Di lokasi ini terdapat beberapa pengelola bumi perkemahan di antaranya di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dan di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Goalpara

Sumber :

Artikel di atas sudah terbit di Kompas.com berjudul :
Ledakan Kembang Api di Pinggiran Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Disesalkan Wisatawan

Catatan Tambahan :

Berdasarkan keterangan aktivis Volunteer Panthera, Ligar Sonagar seperti dilansir Inilah.com perhelatan pesta kembang api sudah terjadi berulang kali. Bukan hanya pergantian tahun saja, pernah pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Rabu (7/8/2013) malam.

Baca juga : Malam Takbiran Ada Kembang Api

Bahkan sebenarnya pesta kembang api di kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH) sudah mendapat kecaman dari sejumlah warga dan aktivis lingkungan sejak tahun 2012. Pasalnya suara ledakan dari mercon dapat mengganggu habitat satwa dan para wisatawan lain yang ingin menikmati suasana alami.

Baca juga : Kembang Api Sudah Diprotes Sejak 2012

Facebook Comments