Saluran Irigasi Diperbaiki, Sumur Warga Kering

SEKARWANGI, TheSukabumi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah perkampungan, Selasa (24/7/2018).

Penyaluran air bersih ini merupakan dampak musim kemarau yang telah berlangsung beberapa bulan. Banyak sumur mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Bantuan air bersih salah satunya termulai disalurkan BPBD di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Di desa ini, BPBD menurunkan dua unit truk tangki air masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

“Sudah lebih sebulan ini sumur di rumah tidak ada airnya, jadi kami sulit mendapatkan air bersih,” ungkap seorang warga Kampung Bantarmuncang Permen, Siti Mariam (38) kepada TheSukabumi.com saat antre menunggu mendapatkan air bersih, Selasa siang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama ini, ia mengatakan terpaksa harus mengambil dari mata air. Jaraknya ke sumber mata air mencapai 1 kilometer dengan menumpang sepeda motor dan membawa jeriken.

“Baru sekarang mendapatkan pasokan air bersih,” kata Siti yang membawa dua jeriken masing-masing ukuran 5 liter.

“Airnya akan digunakan untuk memasak dan minum serta keperluan rumah tangga lainnya seperti mencuci,” sambung dia.

Kepala Desa Sekarwangi, Anwar Saepudin menjelaskan di wilayahnya terdapat lima kampung kesulitan air bersih. Yaitu Kampung Bantarmuncang, Bantarmuncang Permen, Cikiwul Tonggoh, Cikiwul Lebak dan Bantarsari.

“Kesulitan air bersih ini setelah adanya perbaikan irigasi. Karena di sini air sumurnya berasal dari resapan air dari saluran irigasi yang sekarang sedang diperbaiki,” kata Anwar disela-sela penyaluran air.

“Selain warga kesulitan air, juga dampaknya sekitar 20 hektar areal persawahan kekeringan dan terancam gagal panen,” sambung dia.

Camat Cibadak, Heri Sukarno menyebutkan saluran irigasi dalam proses perbaikan sejak tiga bulan lalu. Aliran irigasi sepanjang 7 kilometer ini untuk memenuhi kebutuhan persawahan di tiga desa dan satu kelurahan.

Tiga desa yaitu Batununggal, Karangtengah dan Sekarwangi serta Kelurahan Cibadak. Areal persawahan di empat wilayah itu mencapai 50 hektar. Sedangkan rumah tangga mencapai ribuan kepala keluarga.

“Perbaikan irigasi ini berdampak pada lahan pertanian dan rumah tangga,” kata Heri saat ditemui di Kantor Kecamatan Cibadak, Selasa sore.

Namun, lanjut dia, proses perbaikan irigasi tersebut selesai pada pekan ini. Hanya saja penyaluran air dari sungai Cimahi ke irigasi harus dilakukan secara bertahap.

“Masih belum kering semuanya, penyaluran air secara bertahap. Semoga saja bisa cepat dan kembali normal,” jelas Heri yang sempat menjadi Camat Jampangkulon.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih ini kami sudah melaporkan ke BPBD dan hari ini sudah ada penyaluran air bersih,” kata Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sempat berdinas di Badan Pengawasan Daerah (Bawasda).

Antre menunggu penyaluran air bersih. TheSukabumi.com/Budiyanto

Dampak kemarau

Kepala Seksi Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Iwan Herniwan membenarkan mendapatkan laporan secara resmi dari Kecamatan Cibadak mengenai kekeringan di Desa Sekarwangi.

“Atas dasar itulah, hari ini kami mengirimkan dua unit mobil tangki ke Desa Sekarwangi,” kata Iwan di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Jalan Cibadak-Palabuhanratu, Kecamatan Cikembar.

Menurut dia hingga saat ini dari 47 kecamatan yang sudah melaporkan secara resmi adanya kekeringan dampak dari musim kemarau baru dari Kecamatan Cibadak.

“Kalau secara lisan melalui telepon sudah ada tujuh kecamatan, namun belum disusul surat resmi,” ujarnya.

Tujuh kecamatan yang sudah melaporkan terdampak kekeringan, yaitu Gegerbitung, Nagrak, Bantargadung, Cikakak, Palabuhanratu, dan Warungkiara serta Cibadak.

Lihat juga :

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.