Banjir Cileuncang Terjang Jalur Pariwisata

SUKABUMI, TheSukabumi.com – Hujan deras mengguyur Sukabumi, Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir ini. Dampaknya sejumlah ruas jalan di beberapa tempat kerap diterjang banjir cileuncang.

Seperti salah satunya yang berlangsung di Jalan Selabintana, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (24/11/2018) siang. Akibatnya arus lalu lintas di jalur pariwisata tersendat.

Hujan deras yang mengguyur sekitar satu jam mengakibatkan air tidak tertampung di saluran drainase. Dampaknya air dari selokan itu meluap di jalur pariwisata daerah utara Sukabumi.

”Kalau musim hujan, apalagi hujannya turun dengan deras ya seperti ini terjadi banjir cileuncang,” ungkap seorang warga, Nanan (40) kepada TheSukabumi.com di Kampung Cisarua Girang, Sabtu siang.

Menurut dia banjir cileuncang akibat meluapnya air selokan ini karena saluran drainase tidak dapat menampung air hujan. Terlebih lagi hujannya turun dengan deras.

”Kami sangat berharap adanya perbaikan saluran drainase biar bila hujan bisa lancar. Kalau selalu banjir cileuncang kan bisa merusak aspal di jalan raya,” ujar dia sambil menunjuk lubang di jalan aspal.

Lihat juga videonya :

 

Pantauan TheSukabumi.com banjir cileuncang di jalur pariwisata menuju kaki Gunung Gede Pangrango ini terjadi di sepanjang jalan di wilayah Desa Warnasari.

Bahkan luapan air selokan ini mengalir deras hingga masuk wilayah Kampung Cimanggah Kota Sukabumi. Hal ini karena kondisi kontur tanah yang menurun.

Meskipun tidak berlangsung lama, banjir cileuncang di ruas jalan raya ini sempat mengakibatkan beberapa kendaraan bermotor sempat mogok, sehingga antrean kendaraan bermotor pun terjadi.

Sekretaris Kecamatan Sukabumi, Nunung Nurhayati membenarkan di wilayahnya itu sering terjadi banjir cileuncang akibat saluran drainase tidak lancar saat hujan deras turun.

”Kami akan melakukan langkah-langkah segera, seperti normalisasi drainase dan kerja bakti bersama warga di sepanajng Jalan Selabintana,” kata Nunung saat dihubungi melalui whats app, Sabtu petang.

Menurut dia pihaknya sudah sering menyampaikan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke selokan. Begitu juga kepada warga yang di depan rumahnya terdapat drainasenya ditutup.

”Kepada warga yang saluran drainase di depan rumahnya ditutup tembok sudah sering dikasih tahu agar rutin membersihkan selokannya. Kami akan terus mengimbau,” ujar dia.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.